Pada dasarnya, makanan organik bisa didefinisikan sebagai makanan yang diperoleh dari tumbuhan atau hewan yang tumbuh secara alami tanpa melibatkan bahan-bahan buatan, pupuk, obat-obatan, sinar buatan maupun bahan-bahan buatan manusia lainnya.
Tumbuhan organik, merupakan bahan makanan organik yang berasal dari tumbuhan yang merupakan tanaman yang ditanam secara alami, berasal dari bibit alami, dan tumbuh secara alami tanpa penyinaran non alami, pengobatan, pemupukan non organik atau penambahan-penambahan lain.
Hewan organik, merupakan bahan makanan organik yang berasal dari hewan yang lahir dari induk yang alami, tidak memakan makanan yang melibatkan campur tangan manusia seperti tumbuhan yang diberi pupuk, hewan yang diberi obat-obatan, atau hasil-hasil lain olahan genetika manusia.
Pada awalnya, Gaya Hidup Organik (organic life) yang membiasakan manusia untuk mengkonsumsi bahan pangan organik dimulai di Amerika Serikat pada era 70-an.
Kurang lebih 200 perintis makanan organik merintis pertanian organik di Arizona dengan prinsip awal dasar, mengurangi bahan makanan dari pengaruh non-alami seperti pemupukan, pencemaran tanah, air, udara, atau bentuk rekayasa manusia lainnya.
Prinsip gaya hidup organik (organic life) ini menjadi titik penting dalam revolusi makanan sebagai gaya hidup baru pola hidup sehat pada masyarakat modern.
Dewasa ini, negara-negara maju seperti negara-negara di Eropa, Amerika, Kanada, Jepang dan lain-lain memberikan perhatian khusus terhadap makanan organik, dengan menerapkan standar dengan mendirikan badan khusus untuk pola yang nyaris sama di tiap-tiap negara.
Walaupun mungkin terasa lambat terutama di negara-negara berkembang maupun negara-negara miskin, pertumbuhan ekonomi ataupun persentasi konsumsi makanan organik naik sekitar 20% setiap tahunnya di negara-negara maju. Berdasarkan data April 2008, makanan organik mulai merambah angka 1 hingga 2 persen penjualan makanan sedunia.
Meskipun terlihat kecil, jika diukur dari skala dunia, angka tersebut merupakan angka pertumbuhan yang cukup tinggi untuk sebuah pola konsumsi makanan baru.
Para pengikut gaya hidup organik (organic life) biasanya sekedar hanya mencoba makanan ini, lalu kemudian semakin yakin dengan pola hidup ini setelah merasakan manfaatnya.
Di Indonesia sendiri, makanan organik yang dihasilkan dari pertanian organik mulai marak sejak tahun 2000-an. Kesadaran untuk pola makan sehat pada orang-orang yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dll.
Di supermarket-supermarket di kota-kota besar di Indonesia, cukup mudah menemui bagian yang menjual sayur organik atau buah organik.
Walaupun mungkin belum dapat dikatakan sebagai bahan pangan organik berdasarkan standar internasional, hasil produksi pertanian organik, seperti buah organik maupun sayur organik di Indonesia telah mengikuti beberapa standar organik seperti tanpa penggunaan pupuk buatan, insektisida, atau penggunaan obat-obatan, dll.
Sebagai contoh; di negara yang lebih maju, standar bahan pangan organik ada yang mewajibkan untuk menggunakan lahan yang setidaknya sudah 5 (lima) tahun tidak terimbas oleh pemupukan, insektisida atau pencemaran air, udara maupun tanah lainnya.
Walaupun begitu, mengkonsumsi bahan pangan organik tetap lebih baik dari bahan pangan non-organik. Berikut ini adalah manfaat bahan pangan organik yang dapat kita peroleh jika dapat mengkonsumsinya secara rutin.
- Bekerja membersihkan darah.
- Membuang racun yang menumpuk dalam sel.
- Membantu regenerasi sel-sel baru.
- Menjaga keseimbangan kadar asam basa tanpa obat-obatan, vitamin atau pun suplemen tambahan.
Kelebihan bahan pangan organik
- Memiliki kandungan gizi yang lebih baik. Makanan organik rata-rata mempunyai kandungan vitamin C, mineral, serta phytonutrients (bahan dalam tanaman yang dapat melawan kanker) yang lebih tinggi ketimbang bahan pangan konvensional.
- Makanan organik lebih tahan lama hingga tidak mudah basi.
- Menghemat proses produksi dan mengurangi tingkat kerusakan lingkungan.
Jadi, tunggu apa lagi??
Go Organic Now!!!
Tulisan Terkait:




